PUBLIC SPEAKING: Bakat atau Kodrat?


Written by : Fitriyani - 14-06-2023

"Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar" (Q.S. Al-Ahzab ayat 70).

Apa sih yang krusial dari public speaking? Iya tepat sekali, yaitu kebenaran. Bagaimanapun cara penyampaiannya dan materi apapun yang disampaikan yang terpenting adalah makna di dalamnya dan kebenaran informasinya.

 

 

Public Speaking: Bakat atau Kodrat lahiriah?

Baik, kita pahami dulu pengertian keduanya ya. Bakat merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dan membutuhkan usaha untuk dikembangkan dan diaplikasikan melalui karya. Sedangkat Kodrat lahiriah merupakan segala sesuatu yang bersifat alami dan esensial yang ada dan melekat pada manusia sejak dia lahir. Jadi, jawabannya apa nih? Baik, simak lagi penjelasan dibawah ini ya.

Pengertian public speaking 

Menurut webster third new international dictionary Public speaking adalah seni ilmu pengetahuan tentang komunikasi lisan yang efektif dengan pendengar.

Sedangkan menurut Ys. Gunadi dalam Himpunan Istilah Komunikasi, Public Speaking adalah sebuah bentuk komunikasi yang dilakukan secara lisan tentang suatu hal atau topik di hadapan banyak orang dengan tujuan untuk mempengaruhi, mengubah opini, mengajar, mendidik, memberikan penjelasan serta memberikan informasi kepada masyarakat tertentu pada suatu tempat tertentu.

Yang perlu di highlight dari kedua pengertian diatas adalah kata 'seni', 'efektif', 'mempengaruhi'. Ketika berbicara seni artinya perlu dilatih dan setiap orang pasti punya ciri dan seni yang berbeda. Efektif artinya bisa dimengerti dan efesien. Sedangkan makna mempengaruhi artinya bisa menggiring opini pendengar untuk mengikuti persepsi kamu sebagai public speaker.

Nah, apakah setiap orang bisa melakukan demikian? Tidak tentunya. Mungkin bicara adalah kodrat lahiriah, namun berbicara di depan umum atau public speaking adalah bakat yang perlu kamu latih dan kembangkan.

Kenapa mempelajari Public Speaking penting?

1. Kebutuhan sosial

Ilmu public speaking merupakan ilmu dasar yang harus orang punya, apalagi bisa. Karena kita tentunya tidak bisa hidup sendiri, pasti akan bersosial dan berinteraksi antar sesama. Sehingga, untuk menjamin lingkungan yang nyaman dan terhindar dari miskomunikasi perlu teknik public speaking yang benar. Dengan begitu, akan berdampak baik pada relasi yang sedang kamu jalani saat ini. 

 

Berbicara fungsi public speaking sebagai kebutuhan sosial, kita tentu nantinya akan dihadapkan pada lingkungan kerja, masyarakat, bahkan keluarga. Sederhana saja public speaking pasti selaku digunakan ketika menjawab pertanyaan guru, presentasi ke hadapan dosen, dan sejenisnya. Jadi, Public speaking adalah sarana komunikasi yang baik dan benar untuk menyampaikan informasi kepada pendengar dengan efektif. 

2. Personal Branding

Proses dimana diri dan karir dikenalkan kepada public dengan brand atau merek. Dalam hal ini public speaking punya beberapa peranan untuk membranding diri kamu ke permukaan. Yaitu sebagai pembeda, promosi dan daya tarik, serta pengendali. Pembeda artinya karena public speaking merupakan seni yang tentunya setiap orang punya ciri yang berbeda, maka ini yang membuat kamu dikenali dan berbeda dari orang lain berdasarkan cara kamu berbicara. Juga, sebagai agen promosi dan daya tarik. Pernah menemukan satu produk yang terkenal dan terjual di banyak cabang? Tapi kenapa sih yang laku hanya di toko B? Sederhana, karena cara promotor mempromosikan sangat menarik perhatian dan partisipasi konsumen. Kemudian sebagai pengendali artinya, ketika seseorang sudah dikenal dengan public speakingnya yang bagus, mau suatu saat ada tokoh lain yang muncul ke permukaan atau produk baru yang perlu perkenalkan, maka tetap pasti kamu yang bakal meng-handle semuanya atau istilahnya dipakai, kalau memang potensi kamu bagus. Bahkan, kalau personal branding kamu bagus karena public speaking disertai personal manajemen yang baik, sekarang kamu pun bisa menjadi ketua osis, presiden, mahasiswa, direktur, gubernur atau apapun selagi kamu mau mencari peluang.

3. Prestasi

Padahal public speaking terlihat begitu sederhana ya. Hanya duduk di kursi mahasiswa yang sempit, mendengarkan dosen menerangkan mata kuliah farmakologi yang hanya memperkuat imajinasi. Nyatanya tidak sesederhana itu. Seandainya public speaking adalah ilmu yang sederhana, sepertinya setiap orang di dunia akan jadi public speaker yaa^^. Ini dirasakan oleh aku sendiri yang memang hanya bisa mengandalkan kemampuan public speaking. Silahkan cari kegiatan atau lomba yang memang membutuhkan skill public speaking. Contohnya, ajang Pageant (lomba perdutaan), KTI atau essai yang biasanya penilaian paling mendukung saat presentasi dan tanya jawab, lomba cerdas cermat, lomba debat dan diskusi, dan lain sebagainya. 'tapi kak kalo lomba duta gitu kan harus good looking?' jadi tidak seperti itu ya. Kalau lomba model mungkin memang perlu karena ada prasyarat tinggi badan dll, tapi kalo lomba duta itu sangat membutuhkan skill public speaking kamu terutama saat sesi interview, focus grup discussion, dan tanya jawab. 

 

Soal prestasi, public speaking juga bisa mengantarkan kamu ke tempat kerja impianmu. Do you want to be reporter? MC? Presenter? Etc. Kamu bisa, kuncinya public speaking. Silahkan cari peluang sebanyak-banyaknya tentang impian kamu dan aplikasikan kemampuan public speakingmu nantinya. Ini the real solution yaa, saat ini aku menjadi presenter dan sering menjadi narasumber karena kemampuan public speaking yang tentunya perlu terus aku latih.

 

Teknik-teknik Public Speaking (PCD)

1. P (Personal)

Merupakan mindset public speaking secara professional. Artinya, sebelum berbicara di depan umum kamu harus benar-benar mengetahui pemikiranmu mengarah kemana sehingga nantinya bisa menggiring opini pendengar untuk menyetujui dan berpihak pada apa yang kamu katakan. Misalnya, kamu ingin memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa covid-19 adalah bentuk konspirasi dari pemerintah sedangkan di mindset mu, kamu percaya bahwa covid-19 ini memang ada dan berbahaya. Hal seperti ini akan berpengaruh pada konsistensi kamu dalam berbicara dan tidak tercipta suasana yang nyaman antara public speaker dan pendengar.

2. C (Content)

Merupakan penyusunan materi secara sistematis. Tentunya ketika ingin menjadi public speaker kita harus tahu apa yang ingin dibicarakan dan paham materinya. Kak, aku kalo lagi ngomong kok suka lupa yaa apa yang mau diomongin, mendadak bleng gitu. Nah, ini sebabnya mengapa menyusun materi itu penting bahkan kalau perlu kamu catat di buku oretan atau ketika ingin dipresentasikan bisa melalui powerpoint. Tujuannya, supaya arah bicaramu terstruktur dan sistematis. Misalnya membahas topik dimulai dari definisi dulu, latar belakang, sebab-akibat, dan solusi. Ketika kamu memang ingin mempresentasikan materi secara langsung tanpa bantuan powerpoint kamu bisa catat dan ingat poin-poin apa yang ingin disampaikan, jangan dihafal ya (kecuali rumus atau teori ilmiah).

3. D (Delivery)

Merupakan seni atau cara mengantarkan pesan dalam public speaking sehingga bisa mempengaruhi pendengar. Public Speaking yang baik dan bisa dikatakan berhasil ketika mampu memberikan pengaruh positif terhadap pendengar yang artinya mereka percaya terhadap apa yang kamu sampaikan dan mau mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Cara menyampaikan ini juga berkaitan dengan pola intonasi dan artikulasi. Kak, kenapa ada public speaker yang ngomong cepet banget kayak kereta? Atau Kak, kenapa ada public speaker yang ngomongnya lambat banget? Atau boleh ga sih kak ketika berbicara di depan umum menggunakan bahasa gaul, bahasa inggris, atau bahasa ilmiah?. Jadi, masalah intonasi tidak ada yang salah selama pesan yang disampaikan jelas dan bisa diterima. Karena, cepat atau lambatnya orang dalam berbicara itu menyangkut kebiasaan, misalnya ada orang yang memang bisa dan biasa berbicara cepat dan ada lagi yang terbiasa bicara lambat. Tidak ada masalah ya, sekali lagi asalkan apa yang disampaikan bisa dipahami oleh pendengar dan artikulasinya jelas. Kemudian berhubungan dengan penggunaan bahasa itu disesuaikan dengan tupoksinya ya, misalnya kalau audience nya adalah remaja atau acara non formal menggunakan bahasa gaul tidak masalah (mencairkan suasana), atau ketika dosen berpidato yang audiencenya adalah mahasiswa dan rekan sejawat dengan penggunaan bahasa inggris dan bahasa ilmiah juga tidak masalah. Intinya, gunakan bahasa yang sesuai dengan kemampuan audience untuk menerimanya.

 

"Bisa Karena Biasa", artinya kamu bisa menjadi public speaker atau menjadi pembicara di depan umum. Kalau hari ini bicaranya masih belum lancar, coba lebih sering latihan dan dibiasakan, percaya deh pasti bisa dan kamu akan menjadi orang yang lebih kritis lagi dalam menyikapi situasi dengan kemampuan public speaking.

Comments(0)

Add a comment