Esai : Sejarah, Jenis, Definisi, Struktur, dan Tips


Written by : Fitriyani - 14-06-2023

Sejarah Essai

Pada tahun 1500-an, seorang filsuf Perancis yang bernama Montaigne, menulis sebuah buku dengan mencantumkan beberapa anekdot dan observasinya. Kemudian buku pertama Montaigne diterbitkan pada tahun 1580 dengan judul Essais, yang berarti attempts atau usaha. Montaigne menulis beberapa cerita dalam bukunya itu dan menyatakan bahwa buku yang diterbitkannya itu berdasarkan pendapat pribadi dirinya. Berdasarkan pengakuan Montaigne, esai ini bertujuan mengekspresikan pandangannya tentang kehidupan.

Setelah Montaigne menerbitkan bukunya, pada tahun 1600-an, Sir Francis Bacon pun menulis buku dengan Essay. Bacon, sekaligus menjadi Esais pertama di Inggris. Bentuk, kejelasan, ritme, dan panjang kalimat dari esai Bacon menjadi standar bagi esais-esais setelahnya. Kemudian esai terbagi menjadi dua, esai formal dan esai informal. Bentuk esai informal lebih mudah ditulis karena lebih bersifat personal, jenaka, dengan bentuk yang bergaya, struktur yang tidak terlalu formal, dan juga bertutur. Sedangkan, bentuk esai formal lebih sering dipergunakan oleh para pelajar, mahasiswa, dan peneliti dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Formal esai dibedakan dari tujuannya yang lebih serius, berbobot, logis dan lebih panjang.

 

Jenis Essai

1. Esai deskriptif. Esai jenis ini dapat melukiskan subjek atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang.

2. Esai tajuk. Esai jenis ini dapat dilihat dalam surat kabar dan majalah. Esai ini mempunyai satu fungsi khusus, yaitu menggambarkan pandangan dan sikap surat kabar/majalah tersebut terhadap satu topik dan isu dalam masyarakat.

3. Esai cukilan watak. Esai ini memperbolehkan seorang penulis membeberkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada para pembaca.

4. Esai pribadi. Esai ini hampir sama dengan esai cukilan watak. Akan tetapi esai pribadi ditulis sendiri oleh pribadi tersebut tentang dirinya sendiri. Penulis akan menyatakan “Saya adalah saya. Saya akan menceritakan kepada saudara hidup saya dan pandangan saya tentang hidup”. Ia membuka tabir tentang dirinya sendiri

5. Esai reflektif. Esai reflektif ditulis secara formal dengan nada serius. Penulis mengungkapkan dengan dalam, sungguh-sungguh, dan hati-hati beberapa topik yang penting berhubungan dengan hidup, misalnya kematian, politik, pendidikan, dan hakikat manusiawi. Esai ini ditujukan kepada para cendekiawan

6. Esai kritik. Dalam esai kritik penulis memusatkan diri pada uraian tentang seni, misalnya, lukisan, tarian, pahat, patung, teater, kesusasteraan.

 

Definisi

Esai merupakan karangan bebas berbentuk prosa yang membahas suatu permasalahan yang bersifat orisinal atau asli dan bukan merupakan karya hasil plagiarisme dari karya orang lain. Pembuatan esai relatif lebih mudah dibandingkan dengan membuat karya tulis atau jurnal. Hal ini karena substansi esai bisa ditambah argumentasi pribadi atau pandangan penulis terkait tema dan judul yang diambil.

Berapa sih idealnya isi esai?

Esai yang baik tidak harus terdiri dari banyak kata atau lembar, namun yang terpenting substansi di dalamnya sesuai dengan judul yang diangkat dan biasanya terdiri dari 500-1500 kata atau 3-5 lembar.

Apa saja struktur esai?

1. PENDAHULUAN

- Menyampaikan persoalan atau permasalahan yang akan dibahas dalam esai, biasanya masalah yang relevan dengan lingkungan atau situasi yang sedang berkembang saat ini.

- Menyampaikan Latar belakang terjadinya masalah tersebut sesuai dengan judul esai (akan lebih baik jika ditunjang dengan data).

- Memberikan maksud dan tujuan pemecahan masalah.

- Memberikan batasan atau ruang lingkup dalam pemecahan permasalahan.

- Menyampaikan landasan yang akan digunakan untuk memudahkan dalam pemecahan masalah. Bisa melalui buku, jurnal atau kitab suci dan sebagainya.

2. ISI

- Isi esai merupakan solusi pemecahan masalah yang telah dikemukakan di bagian pendahuluan

- Isi esai dapat berupa pendapat pribadi atau argumen, teori-teori yang berkembang maupun data-data atau fakta-fakta yang terjadi.

- Isi esai mencantumkan sumber referensi kredibel yang digunakan untuk memperkuat argumen. Misalkan catatan kaki atau daftar pustaka.

- Isi esai dapat ditambahkan grafik, tabel, gambar atau data pendukung lainnya (opsional dan juga bisa ditambahkan di lampiran).

3. PENUTUP

- Penutup berisi simpulan dan saran dari pendahuluan hingga isi.

- Kesimpulan berisi ringkasan dari keseluruhan isi, jawaban dari pertanyaan yang diungkapkan dalam pendahuluan, serta mencantumkan argumentasi yang paling kuat.

- Saran berisi pandangan atau pendapat penulis mengenai solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan yang telah dikemukakan.

Tips Menulis Esai

1. Pilih tema dan judul yang menarik dan relevan dengan situasi saat ini

Hal ini akan membuat penulis lebih memiliki arah pandang dalam menentukan tujuan dan solusi di esai. Ketika temanya sudah ditentukan misalnya saat lomba, maka usahakan tentukan judul yang menarik dan relevan dengan tema yang diangkat. Misalnya temanya adalah "Generasi Berkualitas di Era Revolusi 4.0", lalu tentukan judul yang mendekati dan menarik seperti "GEMAS BERBAGI (Gemar Literasi Berbasis Teknologi)" dan banyak lagi contohnya.

2. Membangun emosi

Emosi merupakan cara untuk merangsang pikiran sehingga menulis esai dengan seni. Emosi dalam hal ini adalah ketertarikan untuk menulis esai tersebut atau tertarik mengungkapkan ide melalui judul yang diangkat. 

3. Inovasi dan kreativitas

Dua hal ini sangat dibutuhkan untuk menulis esai apalagi ketika mengikuti lomba. Karena, inovasi ini sangat dibutuhkan sebagai bentuk kreativitas yang penulis miliki dan menjadi ciri khas dari orang lain. Usahakan inovasi ini adalah inovasi yang belum ada sebelumnya namun bisa kamu jangkau atau interpretasikan. Misalnya "mie instan dari biji sirsak sebagai inovasi pangan di era millenial".

4. Data dan daftar pustaka 

Argumentasi yang dikemukakan di esai akan lebih menarik dan terpercaya jika ada dasar dari data serta sumber informasi yang jelas dan kredibel. Data atau daftar pustaka yang kredibel bisa berasal dari buku, jurnal, atau hasil penelitian.

5. Argumentasi penulis

Esai sebagai karangan argumentasi penting didalamnya untuk memasukkan argumentasi atau pandangan penulis. Namun sebelumnya mulailah dengan memaparkan definisi dan bagian-bagian umum. Argumentasi atau arah pandang penulis akan lebih baik jika bersifat objektif bukan subjektif atau mengada-ada, hal ini mengapa dalam penulisan esai penting untuk didukung oleh latar belakang dan data yang jelas.

 

 

SUMBER SEJARAH DAN JENIS ESAI:

Suryaman, Maman dkk. 2018. Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII - Kurikulum 2013 - Edisi revisi 2018. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud 

Comments(0)

Add a comment